Skip to main content

Maaf, Ini Tempat Umum !

Udah berapa hari ga online ngeblog yak? Jadi lupa kapan terakhir ngeblog :p Hehe maklum lagi down fisik juga otak terasa jenuh banget, jadinya maen game terus seharian :p (ga konsekuen ngeblog nih jadinya :p ). Tadi sempet muter-muter beberapa blog isinya mengenai anak bang Dhani si Al yang lagi pesta miras dan kasusnya sekarang lagi rame. Selaen itu juga ada beberapa blog yang bahas komunitas hacker yang katanya sih mau bobol situs jejaringan facebook. Kalo ga salah nama komuitasnya 'Anonymous'. Denger-denger sih ada yang anggotanya dari Indonesia juga. 


Ok, guys saya ga bahas itu semua. Lagi ga sreg bahas yang begituan. Paling enak sih bahas kebebasan publisitas. Masih ada yang berhubungan sama komunitas 'Anonymous' nih. Saya sempet baca-baca beberapa informasi soal nih hacker. Dan yang saya tau sih hacker ini lagi propaganda buat internet yang bebas. Intinya bisa dapetin sebebas-bebasnya dah kurang lebih gitu. Tapi apa bener bisa sebabas-bebasnya ? Faktanya kita juga sebagai blogger juga punya batasan-batasan yang ga bisa kita lewati. Baik dari sisi teknis maupun sisi sosial ;)

Bukti nyata kalo kebebasan publisitas yang berlebihan bisa kita lihat dari negara kita. Bagaimana negara kita berubah jadi negara yang bisa dibilang terlalu explorasi fakta yang bahkan gosip pun jadi kaya berita penting. Hasil akhirnya masyarakat kita terlalu di jejali fakta-fakta yang terinjeksi sama gosip. Siapa yang dirugikan? tentu masyarakat kita kadang jadi sulit ngebedain fakta sama gosip. 

Jadi inget sama kata-kata lama yang sering tercantum di tempat-tempat publik "Bebas tapi Sopan". Kata-kata yang lama tapi banyak makna ;)

Popular posts from this blog

Dan Brown : Inferno ( Teka teki di Italia tentang karya Dante )

Udah lama ga ngeblog. Rasanya jadi pengen nulis lagi :D yah walaupun sepatah dua patah. Ok buat blog hari ini saya lagi terpesona sama novelnya Dan Brown yang berjudul Inferno. Kebetulan saya dapat edisi cetakan pertama terjemahan bahasa Indonesia. Sungguh bener-bener novel eksklusif.
Kali ini Dan Brown mengajak kita bermain-main ke Italia serta membahas karya Dante mengenai Neraka. Judulnya cukup bikin merinding. Belum selesai sih saya baca tapi bener-bener memuaskan hasrat membaca. Anda mungkin tidak akan berhenti sampai lembaran terakhir. Dimana secara cerdas Inferno ini membawa kedalam teka teki yang rumit seperti biasanya. Banyak hal yang tak terduga ada di sana.
Mengingat gaya bahasa penulisan Dan Brown mengingatkan saya kepada penulis kawakan Indonesia Noorca M. Massardi yang secara cerdas juga membawa kepada sastra yang penuh kemewahan. Apalagi yang berjudul d.I.a. : Cinta dan Presiden. Saya pikir buku itu patut direkomendasikan untuk di baca. Sastra kuno selalu jadi panutan k…

Cerita, Berita dan Politik ! Asik ajah dah !

Sepertinya sekarang media informasi udah kaya sinetron yah. Mulai dari penokohan, sutradara bahkan ceritanya juga bisa di prediksikan. Ok guys, mungkin ini terlalu liar buat di bahas tapi emang enak sih kalo di omongin.

Cek aja di berita, baik media elektronik maupun cetak semua keliatannya sama. Cuma sedikit yang bisa di dapat informasi benerannya. Mulai dari pejabay yang korup sampai kasus yang kemudian menjadi pengalihan isu atau kejadian yang kemudian bisa dikaitkan dengan kejadian politik sekarang.

Emang ribet soal politik sekarang. Entah ini politik yang di prosakan atau prosa yang di politikan. Lucu sih emang kalo di denger, tapi yah itulah kenyataan. Tapi sebagai wong cilik alias rakyat kecil yah ikut ajah. Daripada besok ga bisa makan. :D

Surat Terakhir

Kali-kali bikin cerpen ah :p Karena ini baru pertama kali so jangan di ketawain yah :D
Pagi ini seperti biasa aku duduk menghadap ke jendela. Memandang dikejauhan yang entah seberapa jauh ujungnya. Mungkin tidak mampu kubayangkan ujung dunia itu seperti apa. Apalagi untuk pemikiran wanita tua sepertiku yang rentan lagi tak berpendidikan. Yang kutahu aku hanya pernah mengenyam sekolah dasar. Itupun tak lulus. Suamiku juga telah lama tiada. Mendahuluiku menghadap sang khalik. Aku cuma bisa berharap almarhum suamiku bisa mendapatkan tempat yang lapang bersama anakku .
Ya, anakku telah mengikuti bapaknya menemui sang khalik. Semoga saja mereka saling di pertemukan. Walaupun mungkin anakku belum pernah melihat bapaknya secara langsung. Paling banter ia hanya pernah melihat di foto tua ini yang berada di lemari butut dan kusam. Kurasa itu cukup untuk menemukan siapa bapaknya di sana. Di dunia maha kekal.
Entah berapa kali surat ini kubaca. Dan setiap kubaca tak sanggup untuk menahan air mata. …