Skip to main content

Ups, Kelupaan !

Udah puluhan kali saya blogwalking, semoga ajah bisa ratusan kali bahkan ribuan kali :D Tapi ada satu hal yang sering mengganjal benak saya. Hmm, menurut saya hal penting yang sering dilupakan atau bahkan sengaja dilupakan. Ok, guys ini bukan hal spele atau hal kecil saja yang perlu dilupakan. "Pernahkah kalian menghargai karya orang lain sepenuhnya?"

Setidaknya saya pernah beberapa kali, bahkan cenderung "sering" dalam blognya yang mengandung unsur karya orang lain tapi sengaja dikaburkan atau bahkan dihilangkan, salah satunya template.Ok sebagai blogger tentunya kita sangat ingin memberikan kenyaman atau kesan ' wah' untuk pengujung kita. Dan pastinya template jadi salah satu komponen pendukung blog kita yang perlu di perhatikan. Bahkan ada beberapa blogger yang rela mengeluarkan uang demi tampilan blognya yang elegan. Lalu bagaimana yang dapet gratis ?!

Mereka rela menghabiskan waktu untuk kita, para blogger hanya demi kepuasan yang kita dapatkan. Tapi apa timbal balik yang mereka dapatkan ?? Kadang karya mereka sering kita akui sebagai hasil karya kita sendiri. Bukankah ini sangat tidak mengenakan?! Sebenarnya mereka kadang tidak meminta banyak. Hanya sebuah link atau bahkan hanya credit tanpa link. 

Selain itu dari sisi konten, sama halnya dengan template. Atau bahkan artikel yang hal ini pernah saya bahas di sini . Sebenernya masih banyak lagi yang kadang kita lupakan. Ayo guys, berbanggalah dengan hasil karya kita yang juga menghargai karya orang lain. Tidak perlu malu atu gengsi dengan adanya hasil karya orang lain yang ada di hasil karya kita. Saya rasa bukan hal berat menghargai hasil karya orang lain. Tapi justru kadang kita sendiri yang memberatkan menghargai orang lain ;)

Popular posts from this blog

Dan Brown : Inferno ( Teka teki di Italia tentang karya Dante )

Udah lama ga ngeblog. Rasanya jadi pengen nulis lagi :D yah walaupun sepatah dua patah. Ok buat blog hari ini saya lagi terpesona sama novelnya Dan Brown yang berjudul Inferno. Kebetulan saya dapat edisi cetakan pertama terjemahan bahasa Indonesia. Sungguh bener-bener novel eksklusif.
Kali ini Dan Brown mengajak kita bermain-main ke Italia serta membahas karya Dante mengenai Neraka. Judulnya cukup bikin merinding. Belum selesai sih saya baca tapi bener-bener memuaskan hasrat membaca. Anda mungkin tidak akan berhenti sampai lembaran terakhir. Dimana secara cerdas Inferno ini membawa kedalam teka teki yang rumit seperti biasanya. Banyak hal yang tak terduga ada di sana.
Mengingat gaya bahasa penulisan Dan Brown mengingatkan saya kepada penulis kawakan Indonesia Noorca M. Massardi yang secara cerdas juga membawa kepada sastra yang penuh kemewahan. Apalagi yang berjudul d.I.a. : Cinta dan Presiden. Saya pikir buku itu patut direkomendasikan untuk di baca. Sastra kuno selalu jadi panutan k…

Cerita, Berita dan Politik ! Asik ajah dah !

Sepertinya sekarang media informasi udah kaya sinetron yah. Mulai dari penokohan, sutradara bahkan ceritanya juga bisa di prediksikan. Ok guys, mungkin ini terlalu liar buat di bahas tapi emang enak sih kalo di omongin.

Cek aja di berita, baik media elektronik maupun cetak semua keliatannya sama. Cuma sedikit yang bisa di dapat informasi benerannya. Mulai dari pejabay yang korup sampai kasus yang kemudian menjadi pengalihan isu atau kejadian yang kemudian bisa dikaitkan dengan kejadian politik sekarang.

Emang ribet soal politik sekarang. Entah ini politik yang di prosakan atau prosa yang di politikan. Lucu sih emang kalo di denger, tapi yah itulah kenyataan. Tapi sebagai wong cilik alias rakyat kecil yah ikut ajah. Daripada besok ga bisa makan. :D

Surat Terakhir

Kali-kali bikin cerpen ah :p Karena ini baru pertama kali so jangan di ketawain yah :D
Pagi ini seperti biasa aku duduk menghadap ke jendela. Memandang dikejauhan yang entah seberapa jauh ujungnya. Mungkin tidak mampu kubayangkan ujung dunia itu seperti apa. Apalagi untuk pemikiran wanita tua sepertiku yang rentan lagi tak berpendidikan. Yang kutahu aku hanya pernah mengenyam sekolah dasar. Itupun tak lulus. Suamiku juga telah lama tiada. Mendahuluiku menghadap sang khalik. Aku cuma bisa berharap almarhum suamiku bisa mendapatkan tempat yang lapang bersama anakku .
Ya, anakku telah mengikuti bapaknya menemui sang khalik. Semoga saja mereka saling di pertemukan. Walaupun mungkin anakku belum pernah melihat bapaknya secara langsung. Paling banter ia hanya pernah melihat di foto tua ini yang berada di lemari butut dan kusam. Kurasa itu cukup untuk menemukan siapa bapaknya di sana. Di dunia maha kekal.
Entah berapa kali surat ini kubaca. Dan setiap kubaca tak sanggup untuk menahan air mata. …