Skip to main content

Wow ! Keren !!

Kemarin ada pengalaman unik juga menjengkelkan. Entah karena saya terbawa emosi atau gimana yang pasti bikin gondok sendiri. Sebenernya sih cuma hal spele aja. Tapi orang yang saya ajak bicara mungkin masih ga ngerti atau memang penjelasan saya yang berbelit-belit bikin ga jelas. Pokoknya jadi debat galau dah.

Ok, kemarin saya sempat berdebat soal "Katanya sekarang teknologi udah canggih tapi ko hal yang saya minta tidak bisa terkabul semua?". Nah lo, pertanyaan ribet kan ? Dalam benak saya yah logis ajah. Tapi kenapa nih orang malah tanya kaya gitu. So akhirnya saya coba eksplorasi pemikiran saya. Dan saya harap dapat jawaban yang logis dan tentunya mudah dimengerti.

Hal logis yang pertama kali saya lontarkan teknologi adalah buatan manusia, bukan Tuhan yang bisa menciptakan segalanya. Dan yang pasti fungsi teknologi adalah "cuma sebagai alat untuk mempermudah". So, jangan keliru yah. Bisa dibilang sekarang kita sebagai manusia terlalu mengagungkan "alat". Sebagai contoh, "Hape, gue bisa ini loh...", atau "Laptop gue ternyata bisa gini loh..." Dari pernyataan seperti itu tentu membuat kita semakin materialistis. Kita tentu butuh materi tapi bukan berarti mengutamakan.

Hal logis kedua adalah, Teknologi yang tercanggih didunia alah ya manusia itu sendiri. Karena secanggih apapun buatan manusia ga bakal bisa mengalahkan ciptaan Tuhan. Dan jelas ini logika bagi kita sebagai umat beragama. Terkadang kita sebagai umat beragama lebih memberatkan ke materi ketimbang hubungan vertikal terhadap Tuhannya. Dan yang lebih parah hal tersebut didalihkan atas nama Tuhan. Ok guys kita harus berfikir jernih dalam hal ini.

Itulah hal yang saya sampaikan kepada orang yang berdebat dengan saya. Mungkin masih ada jawaban yang jauh lebih logis dan masuk akal. Tapi untuk saat ini cuma itu yang saya tau :p . Jadi saatnya kita cerdas diri, secanggih alat bukan berarti membuat kita jadi ketergantungan, karena hal tercanggih ya manusia itu sendiri ;)

Popular posts from this blog

Dan Brown : Inferno ( Teka teki di Italia tentang karya Dante )

Udah lama ga ngeblog. Rasanya jadi pengen nulis lagi :D yah walaupun sepatah dua patah. Ok buat blog hari ini saya lagi terpesona sama novelnya Dan Brown yang berjudul Inferno. Kebetulan saya dapat edisi cetakan pertama terjemahan bahasa Indonesia. Sungguh bener-bener novel eksklusif.
Kali ini Dan Brown mengajak kita bermain-main ke Italia serta membahas karya Dante mengenai Neraka. Judulnya cukup bikin merinding. Belum selesai sih saya baca tapi bener-bener memuaskan hasrat membaca. Anda mungkin tidak akan berhenti sampai lembaran terakhir. Dimana secara cerdas Inferno ini membawa kedalam teka teki yang rumit seperti biasanya. Banyak hal yang tak terduga ada di sana.
Mengingat gaya bahasa penulisan Dan Brown mengingatkan saya kepada penulis kawakan Indonesia Noorca M. Massardi yang secara cerdas juga membawa kepada sastra yang penuh kemewahan. Apalagi yang berjudul d.I.a. : Cinta dan Presiden. Saya pikir buku itu patut direkomendasikan untuk di baca. Sastra kuno selalu jadi panutan k…

Cerita, Berita dan Politik ! Asik ajah dah !

Sepertinya sekarang media informasi udah kaya sinetron yah. Mulai dari penokohan, sutradara bahkan ceritanya juga bisa di prediksikan. Ok guys, mungkin ini terlalu liar buat di bahas tapi emang enak sih kalo di omongin.

Cek aja di berita, baik media elektronik maupun cetak semua keliatannya sama. Cuma sedikit yang bisa di dapat informasi benerannya. Mulai dari pejabay yang korup sampai kasus yang kemudian menjadi pengalihan isu atau kejadian yang kemudian bisa dikaitkan dengan kejadian politik sekarang.

Emang ribet soal politik sekarang. Entah ini politik yang di prosakan atau prosa yang di politikan. Lucu sih emang kalo di denger, tapi yah itulah kenyataan. Tapi sebagai wong cilik alias rakyat kecil yah ikut ajah. Daripada besok ga bisa makan. :D

Surat Terakhir

Kali-kali bikin cerpen ah :p Karena ini baru pertama kali so jangan di ketawain yah :D
Pagi ini seperti biasa aku duduk menghadap ke jendela. Memandang dikejauhan yang entah seberapa jauh ujungnya. Mungkin tidak mampu kubayangkan ujung dunia itu seperti apa. Apalagi untuk pemikiran wanita tua sepertiku yang rentan lagi tak berpendidikan. Yang kutahu aku hanya pernah mengenyam sekolah dasar. Itupun tak lulus. Suamiku juga telah lama tiada. Mendahuluiku menghadap sang khalik. Aku cuma bisa berharap almarhum suamiku bisa mendapatkan tempat yang lapang bersama anakku .
Ya, anakku telah mengikuti bapaknya menemui sang khalik. Semoga saja mereka saling di pertemukan. Walaupun mungkin anakku belum pernah melihat bapaknya secara langsung. Paling banter ia hanya pernah melihat di foto tua ini yang berada di lemari butut dan kusam. Kurasa itu cukup untuk menemukan siapa bapaknya di sana. Di dunia maha kekal.
Entah berapa kali surat ini kubaca. Dan setiap kubaca tak sanggup untuk menahan air mata. …